FDA Izinkan Pengaplikasian Enovid-10, Pil KB Komersial Pertama di Dunia

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) memberikan izin atas penerapan pil kontrasepsi atau pil KB pertama di dunia, merupakan Enovid-10, yang dihasilkan oleh perusahaan G.D Searle yang berbasis di Chicago, Illinois, pada 9 Mei 1960, pas 64 tahun lalu.

Pengembangan \\”pil\\” ini, yang diketahui secara luas, awalnya ditugaskan oleh Margaret Sanger, seorang penggagas kontrasepsi, dan didanai oleh Katherine McCormick, menginformasikannya dari History.com, Kamis (9/5/2024).

Margaret Sanger, yang membuka klinik kontrasepsi pertama di Amerika Serikat pada tahun 1916, berharap bisa mendorong pengembangan solusi kontrasepsi yang lebih praktis dan efektif ketimbang yang digunakan pada dikala itu.

Pada permulaan tahun 1950-an, Gregory Pincus, seorang pakar biokimia di Worcester Foundation for Experiment Biology, dan John Rock, seorang ginekolog di Harvard Medical School, mulai berprofesi pada pil kontrasepsi.

Uji klinis dari pil kontrasepsi ini, yang mengaplikasikan progesteron dan estrogen sintesis untuk menekan ovulasi pada wanita, diawali pada tahun 1954.

Pada tanggal 9 Mei 1960, FDA menyetujui pil tersebut dan hasilnya memberikan kebebasan reproduksi yang lebih besar terhadap wanita Amerika.

Kemudian, menurut artsci.case.edu, Enovid-10, pil kontrasepsi pertama yang diproduksi oleh G.D Searle ini disediakan secara gratis untuk uji klinis di Puerto Rico dan daerah lainnya pada dikala itu. Pil ini mengandung 10 miligram noretinodrel (bentuk sintesis dari hormon progesteron) dan 0,15 gram estrogen sintesis.

Estrogen merupakan hasil samping dari progres manufaktur, tetapi menghilangkannya dari formula bisa menyebabkan perdarahan breakthrough yang lebih sering terjadi pada pengguna. Oleh sebab itu, estrogen tetap dimasukkan dalam formula.

Pada tahun 1958, pil ini telah diuji pada 830 wanita, beberapa besar di Puerto Rico. Mulanya banyak yang mempertanyakan budi pekerti dari pengujian semacam itu, tetapi wanita https://www.freevirtualworldonline.com/ Puerto Rico secara aktif mencari sistem baru untuk mengatur kehamilan.

Mengetahui Margaret Sanger

Sosok di balik pil kontrasepsi Enovid-10 merupakan Margaret Sanger, wanita yang berprofesi sebagai perawat di Lower East Side, New York, pada tahun 1911.

Karena kurangnya jalan masuk terhadap kontrol kelahiran pada dikala itu, ia menyaksikan konsekuensi bagi wanita miskin dan imigran yang patut mencari layanan aborsi murah di gang-gang kecil.

Pengalaman-pengalaman ini mengubahnya menjadi seorang pegiat, dan ia mulai berjuang untuk hak setiap wanita untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Pada permulaan tahun 1900-an, Undang-Undang Cumstock mewujudkan tindakan kriminalitas distribusi dan kepemilikan isu perihal aborsi atau kontrasepsi yang melanggar peraturan, mengutip dari RTL Today, Kamis (9/5).

Dalam wawancara dengan NPR, Linda Gordon, seorang sejarawan di Universitas New York, mengingat betapa susahnya bagi wanita untuk mengakses kontrol kelahiran dan stigma yang menyertainya.

\\”Ketika saya kuliah, sejumlah wanita mempunyai cincin pernikahan, cincin emas, yang akan kami pinjam dan pakai dikala kami berharap pergi ke dokter untuk menerima ukuran diafragma,\\” kata Gordon. \\”Dengan kata lain, ada orang-orang yang menemukan sistem untuk lakukannya, malah pada dikala itu.\\”

Pada tahun 1914, Margaret Sanger mewujudkan istilah \\”birth control\\” atau kontrasepsi dan pada tahun 1921 ia mendirikan Liga Kontrol Kelahiran Amerika, pendahulu Federasi Perencanaan Keluarga.

Geef een reactie