Saham Semikonduktor

Lonjakan Saham Semikonduktor

Laju bursa saham Amerika Serikat (AS) bervariasi dengan kenaikan saham pembuat cip semikonduktor yakni Nvidia Corp sebesar 3,87 persen.

Melansir Investing.com, Selasa, 24 Oktober 2023, laju Indeks Komposit S&P 500 turun 0,17 persen. Indeks Komposit Nasdaq naik 0,27 persen. Sementara itu, DJIA turun 0,58 persen.

Saham-saham yang mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan live baccarat online kemarin adalah Nvidia Corp, Airbnb, Walmart Inc, dan Microsoft Corp. Saham yang alami koreksi adalah Chevron Corp, Intel Corp, FMC Corp, dan Mosaic Co.

Selain itu faktor yang bisa menekan pasar saham adalah kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). Yield Obligasi AS 10 tahun naik 0,021 persen. Yield Obligasi AS 30 tahun naik 0,021 persen. Kemudian Yield Obligasi AS lima tahun naik 0,015 persen.

Pasar Eropa ditutup lebih rendah kemarin karena investor memantau ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Stoxx 600 pan-Eropa Indeks ditutup 0,1 persen lebih rendah, dengan sektor dan bursa utama beragam. FTSE 100 turun 0,37 persen. IBEX 35 Idx turun 0,37 persen.

Saham Semikonduktor

Saham pertambangan turun satu persen, sementara saham ritel dan perjalanan mengalami kenaikan di akhir sesi hingga berakhir masing-masing 1,3 persen dan 1,4 persen lebih tinggi. Pelaku pasar masih melihat efek kenaikan suku bunga menjadi hal terpenting yang akan memengaruhi pergerakan pasar saham. Investor pun masih menantikan data laporan keuangan emiten pada kuartal III-2023.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam pidatonya yang disampaikan di Economic Club of New York, Powell mengamati tingginya inflasi yang menjadi masalah The Fed untuk menentukan langkah suku bunga berikutnya.

Pemerintah sedang menyiapkan langkah mitigasi dengan menyinkronkan kebijakan fiskal dan moneter merespons penguatan dolar AS terhadap rupiah.

Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai hampir Rp16 ribu. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan hal ini terjadi karena adanya fenomena global.

“Kita akan terus menyinkronkan kebijakan moneter dan fiskal agar dalam situasi di mana pemacunya adalah negara seperti Amerika Serikat, dampaknya bisa kita mitigasi dan kita minimalkan,” ujar Menkeu seusai memberikan laporan pada Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 23 Oktober 2023.

Sri Mulyani menjelaskan fenomena global yang terjadi saat ini, Amerika Serikat masih menghadapi inflasi yang cukup tinggi. Namun, kondisi ekonomi Indonesia menurutnya masih cukup kuat.

Inflasi di AS yang masih tinggi dan ekonominya kuat dipersepsikan pasar akan mengakibatkan suku bunga tetap tinggi. Dengan demikian, banyak investor menarik modal asingnya dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia ke AS.

“Mereka (Amerika Serikat) memberikan sinyal atau dibaca oleh market, higher for longer akan terjadi dan ini yang menyebabkan banyak terjadinya capital flowing back ke AS, indeks dolar menguat,” papar Menkeu.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sempat menyampaikan indeks dolar menguat secara global dari 93 menjadi 106. Oleh karena itu, pemerintah menurut Menkeu akan terus melakukan pemantauan secara insentif.

Geef een reactie